Yayasan Sosial Tali Hati Indonesia

Bersama mari perbaiki generasi bangsa

Yayasan Sosial Tali Hati Indonesia

Dari hati bangun semangat untuk maju

Yayasan Sosial Tali Hati Indonesia

Dengan semangat saling berbagi manfaat besar kan kita raih

Yayasan Sosial Tali Hati Indonesia

percaya diri berjalan membawa amana, kejujuran di hati

Yayasan Sosial Tali Hati Indonesia

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Friday, October 26, 2012

Daftar Tunggakan


DAFTAR TAGIHAN
DONATUR YS TALI HATI INDONESIA
PER BULAN OKTOBER  2012




NO NAMA  TAGIHAN SALDO
1 AFIFUDDIN                    47.000                                         -
2 Sunarko                    85.000                                         -
3 Saiful Islam                               -                                         -
4 Cahya Ratna                               -                              39.000
5 M. Rifai                    50.000                                         -
6 Wahyu Riadi                      5.000                                         -
7 Faridah 165.000                                         -
8 Saiful Anwar                               -                                         -
9 Khusnul Kh                    60.000                                         -
10 Khusnul P                               -                                         -
11 Mul                               -                                         -
12 Abdul Halim                               -                              10.000

Monday, October 15, 2012


Olah Raga Cukup 30 menit

Maraknya pusat kebugaran mempermudah orang dewasa yang ingin menurunkan berat badan berolahraga. Dengan harapan timbunan lemak bisa cepat terbakar, mereka memanfaatkan beragam alat dan fasilitas olahraga dalam jangka waktu yang lama.

Sebuah riset dari Universitas Copenhagen menyimpulkan, jangka waktu olahraga paling tepat dilakukan selama 30 menit per hari. Jika berolahraga sampai dua kali lebih lama, menurut penelitian, hasilnya sama.

Para peneliti mengatakan, seseorang berkeringat selama 30 menit per hari sudah cukup membantu penurunan berat badan. Penelitian yang diterbitkan American Journal of Physiology menemukan, mereka yang berlari, mendayung atau bersepeda selama 30 menit mengalami penurunan berat badan empat kilogram selama tiga bulan. Sedangkan, mereka yang berolahraga rutin satu jam dua kali seminggu berhasil turun tiga kilogram selama tiga bulan.

Mads Rosenkilde, ketua tim penelitian, mengatakan olahraga memang baik untuk kesehatan psikis dan fisik. Masalahnya adalah berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk melakukannya.

Rosenkile meminta 60 respondennya yang memiliki kelebihan berat badan berolahraga selama tiga bulan. Separuh dari responden diminta berolahraga selama 1 jam per hari. Kelompok kedua hanya berolahraga 30 menit per hari. Kedua kelompok dimonitor denyut jantungnya dan dihitung kalorinya.

"Berolahraga selama satu jam penuh bukan setengahnya tidak menghasilkan penyusutan lemak lebih banyak," ujarnya.

Rosenkilde belum mengetahui mengapa olahraga lebih lama justru tidak menurunkan berat badan secara signifikan. Ia menduga, saat beristirahat mereka yang berolahraga satu jam lebih per hari akan mengonsumsi makanan lebih banyak. Maklum, energi yang terbuang karena olahraga juga tak sedikit.

<script type="text/javascript" src="http://infonetmu.googlecode.com/files/Acc1.js"></script>
<script src="http://www.ystalihati.or.id/feeds/posts/summary?max-results=1000&amp;alt=json-in-script&amp;callback=loadtoc"></script>

Peran Orang Tua dalam Pendidikan

Pengaruh & Peranan Orang Tua Dalam Pendidikan 

 sangatlah besar dan pengaruhnya dalam meninggikan kemauan anak sangat begitu penting dan menentukan. Jika kedua orang tua memberi teladan dalam kebajikan, senantiasa memperhatikan pendidikan anak, dan berusaha menumbuhkan mereka dengan akhlak yang mulia serta menjauhkan mereka dari segala akhlak yang buruk dan perbuatan yang tidak terpuji, maka hal itu akan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam jiwa anak-anak. Karena anak-anak cenderung merindukan kepada kepahlawanan, menyukai hal-hal yang mulia, menyenangi akhlak yang terpuji, membenci perkara yang tercela dan lari dari akhlak yang tercela. Saya jadi teringat keponakan saya, Zufar, di Surabaya. Ketika masih kecil umur-umuran 3.5 tahunan sudah shalat wajib lima waktu, lucunya sebelum sholat dia mesti naik ke kamarnya di lantai 2 dan adzan dengan suara khasnya yang kuenceng. Kemudian iqomat sendiri dan shalat sendiri sebagai imam, tidak mau jadi makmum, dengan dikeraskan atau dilemahkannya bacaannya mengikuti kaedah yang benar, -mungkin dah dikasih tahu ibunya kali-. Tapi kalau saya sedang main kesana, dia selalu ikut saya ke masjid, dan selalunya ingin sholat di depan belakang imam persis, walaupun nantinya digeser jama’ah lain karena mungkin dianggap terlalu kecil, -kacihan deh…, gumam hati saya-. Mengenai suaranya yang khas, kuenceng ketika amiin… sempat membuat kangen para jama’ah yang kebanyakan dah berumur. Waktu itu hari terakhir keluarga kakak saya tinggal di rumah kontrakan, besoknya dah pindahan ke rumah sendiri. Waktu sholat isyak Zufar ikut saya ke masjid, ketika kami mau pulang, kami pamitan sekalian kepada jama’ah masjid. Pak Imam dan Bu Imam yang sedang duduk-duduk di serambi masjid langsung bilang (kurang-lebihnya, dah agak lupa), “Wah suaranya kuenceng sekali kalo amiin, ngangeni suaranya, mungkin malahan dia yang amin nya diamini malaikat dan dikabulkan Allah Ta’ala, karena belum punya dosa“, benar juga ya dalam hati saya. Suaranya yang kas ini, menjadi menarik ketika dia adzan subuh dan membaca alfatihah + surat pendek dengan kerasnya waktu sholat subuh. Sampai seorang bapak yang dah sepuh tetangga rumah bilang, “wah mas Zufar kalau subuh mbangunkan mbah ya..” Tapi sekarang dia dah kelas 1 2 SD di al-Hikmah Surabaya, dan mungkin wis duwe dugho sehingga kebiasaan adzan ketika kecil dah dilupakannya atau mungkin malu ya..??. Si Zufar juga dah pandai mbaca ketika umur-umur 3.5 tahunan lho. Waktu itu dia diajak ibunya untuk periksa giginya yang silver queen ke dokter gigi, mungkin lagi seneng2nya mbaca ya, eh ketika di ruangan dokter dia mengeja tulisan yang ada di ruangan. Sehingga pak dokter berkomentar, “eh kecil-kecil dah pandai mbaca“. Si kecil ini juga dah pandai mbaca al-Qur’an dan hafalannya sangat kuat, sehingga banyak hafal surat-surat di Juz’amma. Saya teringat juga waktu dulu menjaganya, saya perdengarkan murottal al-Qur’an oleh qari’ Musyari Rashid al-Fasi, eh masyaaAllah air matanya mengalir, seolah dia faham dan terhanyut oleh syahdu nya suara Musyari, saya jadi iba melihatnya kala itu. Ternyata si Zufar punya jiwa yang halus dan sangat hanif, dan sampai sekarangpun dia masih suka dengar murottal al-Qur’an, alhamdulillah. Banyak hal-hal yang lucu dan bagus dari si Zufar ini, yang mungkin kalau ortunya bisa menjaga fitrahnya sampai besar nanti, alangkah bagusnya dan mungkin akan menjadi seorang yang ‘alim. Misalnya, kalau dia ke rumah mbahnya di Karanganyar-Solo yang dekat dengan masjid, pasti kalau sedang main dan mendengar adzan akan pergi ke masjid & mengajak kawan-kawannya. Ketika adzan subuhpun, dia langsung bangun dan lari ke masjid, padahal anak seumurannya biasanya masih pada tidur, sehingga bapaknya yang kawatir jadi ikutan ke mesjid, mengikutinya dari belakang. Si kecil Zufar juga seorang yang dermawan, ortunya memang sejak dulu mengharapkan anaknya jadi orang yang dermawan dan suka membantu. Sehingga kalau mobil kita lewat salah satu rel kereta api di Ketintang yang tidak ada penghalangnya dan ada sukarelawan yang siang-malam menjaganya pasti Zufar disuruh ngasihkan uang ke penjaganya. Ortunya juga selalu menyediakan suatu tempat uang recehan di rumahnya untuk diberikan kepada pengemis yang kebetulan mampir ke rumah, dan si Zufar lah yang aktif memberikan uangnya kepada pengemis-pengemis itu. Suatu pendidikan moral-value: kedermawanan sejak dini yang sangat bagus. Karena sifat dermawannya itu, kalau ada kawannya main ke rumah, semua mainannya pasti di keluarkan. Sehingga tak heran kata guru-gurunya di SD Al-Hikmah, di sekolah Zufar disenangi teman-temanya dan pandai bergaul. Laa wong kalau dia ke mbah nya di Karanganyar pasti kawan-kawan kampungnya pada berdatangan. Selamat deh untuk Zufar, semoga menjadi orang ‘alim yang ngamal dan orang kaya yang dermawan, sebagaimana hal tersebut dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan sesuatu yang kita boleh iri bila ada pada diri seseorang (ghibthoh). Ana masih ingat ketika dia masih bayi, betapa setiap malam mesti nangis, sehingga ibunya harus rela tidak tidur semalaman, padahal paginya harus ngantor dengan profesinya sebagai programmer, -ternyata kaum Hawa terkadang jauh lebih kuat daripada kaum Adam ya..-. Mungkin karena hidup di kota besar yang individual, Zufar kecil tak punya kawan seumuran dengannya sehingga sering kesepian. Ketika berumur 3.5 tahunan akhirnya dimasukkan ke playgroup walaupun waktu itu belum bisa ngomong. Tapi saya salut dengan PD-nya, kalau guru menawarkan kepada murid-murid untuk maju kedepan entah untuk nyanyi atau apa, dia pasti angkat tangan nomor 1, walaupun akhirnya di depan cuma diam, laa ngomong aja belum bisa. Ternyata dia mempunyai gejala autis, dan untung ortunya cepat tanggap sehingga bisa tertangani sejak dini. Saya masih ingat ketika waktu itu pulang dari M’sia dan si Zufar ikut menjemput di bandara, dan seingat saya dia tak pernah absen mengantar-jemput saya kalau saya pulang-balik ke negeri jiran ini. Di tengah perjalanan bapaknya bilang, “Om sekarang mas Zufar dah pandai ngomong“. Dan saya dengarkan sendiri dia berceloteh dengan lancarnya. Kalau sifat PD nya kayaknya masih langgeng sampai sekarang. Belum lama ini saya pulang ke Karanganyar dan baliknya ke Surabaya ikutan kakak yang lagi mudik. Kemudian diperjalanan kita biasanya istirahat untuk makan dan shalat, ana iqomat dan biasanya kakak ipar saya yang menjadi imam. Iseng-iseng saja (canda doang), saya ngomong, “Ayo mas Zufar jadi Imam“. Eh dengan malu-malu dia maju beneran dan ketika sudah takbiratul ikram saya tarik dia sambil ketawa, PD banget anak ini gumam saya dalam hati. Bisa berabe anak kecil ini ngimami kita-kita yang dah makan garam, -walaupun dibolehkan kalau memang hafalan & pemahamannya lebih bagus dari kita-. Ngomong-ngomong dia juga sudah faham dan mengamalkan keringanan untuk menjamak & qashar sholat ketika dalam perjalanan. Mungkin karena seringnya dia safar ke rumah mbahnya di Karanganyar dan Temanggung kali, subhanallah!. Yang jadi fokus perhatian saya terhadap si Zufar ini sebenarnya adalah bahwa sikap & perilaku dia yang demikian ini tak lepas dari peran ortunya, terutama ibunya yang selalu mendongenginya dengan dongeng-dongeng kepahlawanan ketika mau tidur. Pernah kok dia nangis uring-uringan, mungkin waktu itu dia lagi tidak mood, disuruh subuhan agak malas-malas, akhirnya oleh ibu nya dikasih jentik, padahal biasanya dikasih jempol. Wah jadi ramai tu rumah dengan jerit-tangis Zufar. Dia minta ibu nya ngulang sholat subuh lagi dengannya, wah..wah.. si Zufar, smoga dapat jempol terus deh. Juga sifatnya ketika bayi yang selalu nangis itu adalah bawaan ibunya yang juga selalu nangis ketika bayi, kata bapak, mbah, om-om dan bulik-bulik saya. Kalau ibunya dulu ketika kecil habis tidur-waktu subuh suka menyanyi “Nina bobok Bobby sudah besar…, tidak boleh nakal“, kata bapak saya, sedang anaknya habis tidur-waktu subuh suka adzan, he..he… Bawaan ni ye ! . Kembali ke tema asal. Kemudian, kualitas orang tua akan menular kepada anaknya, bahkan kecerdasan orang tua pun sangat berpengaruh dalam jiwa anak. Jadi, salah satu hal yang dapat mempersiapkan anak untuk menjadi cerdas ialah agar orang tua atau kakek mendahuluinya dengan kecerdasan. Sebab seringnya nama para pendahulunya yang pandai disebut-sebut di telinganya dan memperhatikan sebagian dampak kecerdasannya, maka keduanya dapat mempengaruhi kemauannnya dan memacu semangatnya; untuk mengikuti jejak para pendahulunya mendapatkan kedudukan yang mulia dan nama yang harum. Berapa besarnya pengaruh kedua orang tua dalam pendidikan dan dalam jiwa anak-anak, seperti perihal salaf shalih kita yang telah mengeluarkan kepada kita generasi yang mulia, dan memberikan kepada kita generasi paling utama yang tidak seorang pun dapat menandinginya dalam keutamaan dan kemuliaan. Siapakah yang berada dibalik pahlawan-pahlawan itu?. Dan siapakah yang mencetak mereka itu?. Jika kita tengok ihwal mereka dan mengikuti perjalanan mereka, niscaya kita ketahui bahwa di balik masing-masing mereka terdapat orang tua yang agung atau ibu yang agung yang mendidik anak-anak mereka untuk meraih kesempurnaan dan kemuliaan. Dialah Amirul Mukminin Abul Hasan ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum, ia berpindah-pindah dalam pendidikannya di antara dua belaian dada yang penuh hikmah dan mengasuhnya dengan akhlak yang agung dan mulia. Pertama ia disuapi oleh ibunya, Fathimah binti Asad, dan diasuh oleh ummul mukminin Khadijah binti Khuwalaid radhiyallahu ‘anha. Inilah Amirul Mukminin, genius Arab, Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhu. Di belakangnya ada ibu yang agung, Hindun binti ‘Utbah. Saat dikatakan kepadanya sementara Mu’awiyah masih bayi, “Jika ia hidup, maka ia akan memimpin kaumnya“. Maka ia (ibunya) menimpali, “Ibunya akan kehilangan dia, jika ia hanya memimpin kaumnya“. Adalah Mu’awiyah bila diberi suatu kebanggaan dan dipuji karena kepiawaian pendapatnya, maka ia menisbatkan dirinya kepada ibunya. Lantas ia mengejutkan pendengaran para musuhnya dengan mengucapkan, “Aku adalah putra Hindun“. [1] Dan inilah Abdullah bin Az-Zubair radhiyallahu ‘anhu, dibelakangnya ada ibu besar, mulia dan pemberani, Asma bin Abi Bakar Ash-Shidiq radhiyallahu ‘anhum. Asma’ pernah berkata, saat ia diberi kabar kematian putranya Abdullah bin Az-Zubair, “Apa yang menghalangiku untuk sabar, padahal kepala nabi Yahya bin Zakariya telah diserahkan kepada seorang pelacur bani Israil“. Ia pun sebelumnya juga berkata, ketika putranya meminta pendapatnya untuk memerangi Hajjaj Ats-Tsaqafi, “Pergilah!!. Demi Allah, ditebas dengan pedang demi kemuliaan adalah lebih utama daripada dipecut dengan cemeti demi kehinaan“. [2]. Smoga kita bisa meneladaninya, terutama kaum Hawa.., ditangan kalian lah masa depan generasi umat ini… Al-Himmah Al-’Aliyah Mu’awwiqatuha wa Muqawwamatuha; Muhammad bin Ibrahim Al-Jamd.

Thursday, October 4, 2012

Daftar Donatur

php form powered by 123ContactForm.com | Report abuse

Tips


Khasiat Mentimun Untuk Kesehatan

Mentimun yang memiliki nama ilmiah Cucumis sativus telah lama di kenal sebagai pelengkap bahan makanan: lalapan, campuran pecel, dibuat acar, atau minuman segar.

Mentimun yang memiliki nama ilmiah Cucumis sativus, mengandung 0,65 persen, protein, 0.1 persen lemak dan 2,2 persen karbohidrat. Buah tanaman merambat ini juga mengandung kalsium, zat besi, magnesium, fosforus, vitamin A,Vitamin B 1 , vitamin B2 dan vitamin C. Biji timun sendiri mengandung racun alkoloid jenis hipoxanti, yang berfungsi untuk mengobati cacingan.

Pemakaian luar

    * Jerawat. Buah mentimun dicuci lalu diiris-iris. lrisan mentimun ditempelkan dan digosok-gosok pada kulit yang berjerawat. Lakukan setiap hari.

    * Flek hitam bekas jerawat. Ambil ujung buah mentimum sepanjang kira-kira 5 cm, lalu parut. Ambil kunyit sebesar ibu jari, kemudian ditumbuk dan ambil airnya. Air kunyit itu dicampurkan dalam mentimum yang sudah diparut itu. Kemudian sapukanlah ke wajah. Lakukan setiap hari sampai flek menghilang. Atau, Anda bisa menggunakan spray toner buatan sendiri. Caranya, parut satu buah mentimun yang sudah dikupas. Saring dan ambil airnya, campurkan dengan dua sendok teh madu. Kemudian masukkan campuran itu ke dalam botol yang dilengkapi laat penyemprot. Semprotkan ke wajah dua kali sehari.

    * Sakit tenggorokan. Caranya, campurkan sedikit biji mentimun dengan sedikit garam. Kemudian tambahkan air. Gunakan campuran itu untuk berkumur.

Diminum atau dikonsumsi

    * Tekanan darah tinggi. Caranya, 2 buah ketimun segar dicuci bersih lalu diparut. Hasil parutannya diperas dan disaring, lalu diminum sekaligus. Lakukan 2-3 kali sehari.

    * Sariawan. Setiap hari makan buah ketimun sebanyak 9 buah. Lakukan secara rutin.

    * Membersihkan ginjal. Mentimun segar dicuci lalu diparut. Hasil parutannya diperas dan disaring. Airnya diminum sedikit demi sedikit sampai lambung terbiasa menerima cairan mentimun.

    * Demam. Ambil mentimun secukupnya, dicuci bersih, lalu diparut. Hasil parutannya diletakkan di atas perut.

    * Haid tidak teratur. Giling halus 10 lembar daun cocor bebek, 5 jari labu air, 5 buah majakan, 1 buah mentimun, 10 lembar daun dadap srep, 10 lembar daun sambaing colok, tambahkan air garam secukupnya. Kemudian diusapkan ke perut, lalu balut. Lakukan dua kali sehari.

    * Sebagai penyegar mulut. Setelah menyikat gigi, makanlah beberapa iris buah mentimun. Nafas Anda pun akan terasa segar.

Kesehatan


KHASIAT GARAM

Ternyata garam bukan sebagai penyendap makanan saja, garam termasuk salah satu zat yang berguna buat kecantikan. Garam memberi banyak manfaat bagi ujung kaki sampai ujung rambut. Apalagi harga garam dijamin lebih murah dan dapat dibeli dimana saja tidak sulit dan mudah didapat. Sebagai bahan penyedap bagi makanan yang bisa buat makan enak. Bagi tubuh kita dalam mempercantik dan perawatan tubuh juga kegunaanya ada seperti :

    * Buat gigi putih.

Caranya mengunakan larutkan satu sendok the garam ke dalam segelas air hangat lalu gunakan buat di kumur-kumur setiap malam sebelum tidur malam harinya. Tapi melakukan kumur-kumurnya setelah gosok gigi.

    * Menghilangkan ketombe

Caranya ambil garam secangkir kecil atau 4 sendok lalu campurkan dengan 5 sendok teh air, lalu aduk dan kemudian campuran tersebut digosokan kekulit kepala secara merata sambil pijit-pijit kecil. Lalu biarkan selama 5 menit , dan bersihkan dengan air hangat, lalu keramaslah rambut anda.

    * Memutihkan kulit yang terkena sinar matahari

Biasanya warna kulit yang kecoklatan karena sinar matahariemang kelihatanya eksotis tapi kalau warnanya tidak rata malah kelihatan jelek, buat membersihkan atau mengembalikan kewarna semula dengan cara mencampurkan minyak zaitun dengan garam dengan porsi yang sama. Olesin ke muka sambil di-massage secara lembut dengan gosok-gosok. Lalu bersihkan dengan sabun muka yang biasa.

    * Meringankan kaki kecapean atau pegal-pegal.

Biasanya sehabis jalan atau pulang kerja yang biasa banyak menghabiskan aktivitas karena berdiri atau jalan. Alangkah enaknya apabila sampai rumah kaki direndan dalam air hangat. Tetapi air hangat tersebut dicampurkan dengan garam atau urut dengan garam sehingga kulit-kulit kering terangkat lalu bilas kaki dengan air dan keringkan. Kaki akan terasa ringan.

Keutamaan Menyantuni anak Yatim


Keutamaan Menyantuni Anak Yatim

Kategori: Akhlaq dan Nasehat
12 Komentar // 9 Maret 2012
Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هكَذَا »  وأشار بالسبابة والوسطى وفرج بينهما شيئاً
Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya[1].
Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan dan pahala orang yang meyantuni anak yatim, sehingga imam Bukhari mencantumkan hadits ini dalam bab: keutamaan orang yang mengasuh anak yatim.
Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:
  • Makna hadits ini: orang yang menyantuni anak yatim di dunia akan menempati kedudukan yang tinggi di surga dekat dengan kedudukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam[2].
  • Arti “menanggung anak yatim” adalah mengurusi dan memperhatikan semua keperluan hidupnya, seperti nafkah (makan dan minum), pakaian, mengasuh dan mendidiknya dengan pendidikan Islam yang benar[3].
  • Yang dimaksud dengan anak yatim adalah seorang anak yang ditinggal oleh ayahnya sebelum anak itu mencapai usia dewasa[4].
  • Keutamaan dalam hadits ini belaku bagi orang yang meyantuni anak yatim dari harta orang itu sendiri atau harta anak yatim tersebut jika orang itu benar-benar yang mendapat kepercayaan untuk itu[5].
  • Demikian pula, keutamaan ini berlaku bagi orang yang meyantuni anak yatim yang punya hubungan keluarga dengannya atau anak yatim yang sama sekali tidak punya hubungan keluarga dengannya[6].
  • Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan mengasuh anak yatim, yang ini sering terjadi dalam kasus “anak angkat”, karena ketidakpahaman sebagian dari kaum muslimin terhadap hukum-hukum dalam syariat Islam, di antaranya:
1. Larangan menisbatkan anak angkat/anak asuh kepada selain ayah kandungnya, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{ادْعُوهُمْ لِآَبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ فَإِنْ لَمْ تَعْلَمُوا آَبَاءَهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَمَوَالِيكُمْ}
Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak (kandung) mereka; itulah yang lebih adil di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu” (QS al-Ahzaab: 5).
2. Anak angkat/anak asuh tidak berhak mendapatkan warisan dari orang tua yang mengasuhnya, berbeda dengan kebiasaan di zaman Jahiliyah yang menganggap anak angkat seperti anak kandung yang berhak mendapatkan warisan ketika orang tua angkatnya meninggal dunia[7].
3. Anak angkat/anak asuh bukanlah mahram[8], sehingga wajib bagi orang tua yang mengasuhnya maupun anak-anak kandung mereka untuk memakai hijab yang menutupi aurat di depan anak tersebut, sebagaimana ketika mereka di depan orang lain yang bukan mahram, berbeda dengan kebiasaan di masa Jahiliyah.
 وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
Kota Kendari, 12 Muharram 1433 H

Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MAArtikel Muslim.Or.Id


[1] HSR al-Bukhari (no. 4998 dan 5659).
[2] Lihat kitab “’Aunul Ma’buud” (14/41) dan “Tuhfatul ahwadzi” (6/39).
[3] Lihat kitab “Syarhu shahiihi Muslim” (18/113).
[4] Lihat kitab “an-Nihaayah fi gariibil hadiitsi wal atsar” (5/689).
[5] Lihat kitab “Syarhu shahiihi Muslim” (18/113) dan “Faidhul Qadiir” (3/49).
[6] Ibid.
[7] Sebagaimana dalam HSR al-Bukhari (no. 3778), lihat juga kitab “Tafsir al-Qurthubi” (14/119).
[8] Mahram adalah orang yang tidak halal untuk dinikahi selamanya dengan sebab yang mubah (diperbolehkan dalam agama). Lihat kitab “Fathul Baari” (4/77).

Tuesday, October 2, 2012


Selayang Pandang

YAYASAN SOSIAL
TALI HATI INDONESIA
Program Uang Saku Anak Yatim
POLA TEKNIS PELAKSANAAN
a. Penyaluran
*Pemberian uang saku Rp.1000,- kepada setiap anak yatim piatu dan anak terlantar yang menempuh pendidikan SD/MI di instansi sekolah yang berada di wilayah desa Bakalan dengan berdasarkan setiap kehadirannya di kelas.
*Setiap waktu luang yang bersifat periodic anak-anak dimotivasi oleh guru pendamping program agar giat belajar,tidak boros dan gemar menabung. Di sini diberikan juga wacana-wacana bagaimana cara mengatur keuangannya sendiri serta bagaimana selayaknya mempergunakan uang tersebut dengan baik, membelanjakan dengan mengutamakan kebutuhan dari pada keinginannya.
*uang saku diberikan setiap hari masuk sekolah oleh guru pendamping dengan menggunakan dana talangan dari YS.TALI HATI INDONESIA. Pemberian uang saku diiringi dengan ucapan,”jangan boros, sisihkan sedikit untuk menabung!”,untuk membangun mainset anak-anak akan hidup hemat.
*setiap akhir semester diberikan hadiah bagi anak-anak yang berprestasi.b. Sirkulasi Keuangancontoh:*YS. TALI HATI INDONESIA menyediakan talangan Rp.1000,-x jumlah anak x 30(jumlah hari dalam sebulan) untuk siklus 1 bulan
*setiap donator membayar tagihan Rp.1000,-x30(jumlah hari dalam sebulan)=Rp.30.000,-/akhir bulan*Rp.30.000/bln=Rp.1000,-x26(efektif masuk sekolah)+Rp.4000,-(administrasi+hadiah prestasi)                    =Rp.26.000,-(uang saku) + Rp.4000,-( pamlet/brosur/kartu donator/dll+hadiah prestasi)*Pola teknis dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi yang terjadi.  

INDIKATOR
  1. Yatim / Piatu / Yatim Piatu
  1. Anak Terlantar
    *Usia SD/MI yang menempuh pendidikan